Pekon Wates di buka pada zaman penjajahan Belanda pada tahun 1919 yang pada waktu itu dalam kepemimpinan Tuan Mr. VANSKALWEK pada zaman kolonial Belanda (tebbangan zaman kolonisasi. Yang bertindak kepala tebang bernama Bapak Mantri SARMO dan Bapak PIRNADI yang oleh penduduk dikenal sebagai Mantri Kolonisasi. Penduduk didatangkan dari Pulau Jawa (Jawa Tengah) secara berangsur-angsur dan berkelompok antara lain dari Gombong, Kebumen, Purworejo. Angkatan pertama 200 KK sejumlah 1200 jiwa, angkatan kedua 50 KK sejumlah 200 Jiwa. Tahun berikutnya sejumlah 250 KK dengan jumlah 1.400 jiwa.
Riwayat nama Wates adalah sebagai berikut :
Pada waktu penebangan dahulu, desa Wates sebagai batas atau perbatasan antara tanah penebangan kolonisasi dan tanah marga. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Waygatel (Panjerejo). Keduanya adalah tanah marga sedangkan Desa Wates sebagai batas antara marga dan kolonisasi. Batas dalam bahasa daerah Wates, itulah riwayat nama Wates.
Selanjutnya setiap tahun diadakan pemindahan penduduk dari Pulau Jawa. Penebangan dilaksanakan secara bersama atas komando Mantri Kolonisasi. Setelah selesai penebangan maka diadakan pembagian tanah.
Setiap Kepala Keluarga (KK) mendapat bagian sebagai berikut :
1. Sawah seluas + 8.000 m²
2. Pekarangan seluas + 2.500 M²
Pada Tahun pembukaan luas Pekon Wates adalah + 350 Ha. Pekon Wates dibagi menjadi 5 Pedukuhan yaitu :
1. Pedukuhan Wates Kebumen
2. Pedukuhan Sidodadi
3. Pedukuhan Sidoharjo
4. Pedukuhan Tambahmulyo
5. Pedukuhan Saribumi
Setelah roda pemerintahan berjalan bertahun- tahun maka ada suatu perubahan- perubahan waktu pemerintahan kepala negri pedukuhan Sidoharjo terpisah sebagai Pekon/ Kelurahan sendiri dan bagian dari RUT Kecamatan Pringsewu. Peristiwa tersebut sekitar tahun 1953-1954. Pada tahun tersebut Wates tetap menjadi 5 Pedukuhan yaitu :
1. Pedukuhan Wates I
2. Pedukuhan Wates II (Kebumen)
3. Pedukuhan Sidodadi
4. Pedukuhan Tambahmulyo
5. Pedukuhan Saribumi

REMBUK TANI PEKON WATES UNTUK MENCAPAI PETANI PEKON WATES YANG LEBIH SEJAHTERA
24

Pemeriksaan Inspektorat atas Pengelolaan Keuangan Pekon Tahun Anggaran 2025-2026 untuk Akuntabilitas dan Kridebilitas Pekon
4

Pasar Caplek Dusun Wates II Penggerak ekonomi masyarakat Wates
85

PENGGEMUKAN SAPI BUMDES ARTAGUNA MENUJU PENGGEMUKAN PAP PEKON WATES MENUJU PEKON MANDIRI
93

Pekon Wates Berkembang dengan AI melalui XOsid Supradesa, Menjadi Pekon Berbasis Extreme Data
272

WEBSITE DESA SEBAGAI BASIC MEDIA SOSIAL DESA
739